Sunday, 27 September 2015


Masih jarang sekali yang  mengetahui keberadaan Savana Dieng, termasuk warga Dieng sendiri. Bagaimana dengan yang di Wonosobo? Mendengar kata savana atau sabana pastilah tergambar oleh kita savana yang luas seperti di  Afrika, Amerika, dan Australia, dengan binatang gajah, zebra , jerapah dan singa tengah bermain-main maupun duduk manis.
Sabana  adalah padang rumput, yang dipenuhi tanaman perdu, atau semak dan diselingi beberapa pohon besar yang tumbuh menyebar. Sabana dikenal juga dengan padang rumput tropis, timbul karena kurangnya curah hujan. Nah, inilah keunikan savanna Dieng. Karena, pada saat musim hujan savanna Dieng akan menjadi padang rumput yang sangat hijau, dengan genangan air seperti kolam alam berair jernih, dan pada musim kemarau,  menjadi savanna yang menyerupai  di Afrika dengan rumput kering dan pohon-pohon meranggas. Tak perlu jauh-jauh ke Afrika kan?
Letaknya masih di dataran tinggi Dieng, banyak jalan menuju savanna ini, namun yang paling cepat dan mudah adalah melewati atas museum Kailasa melewati jalan setapak.
Dieng merupakan salah satu tempat surganya wisata alam yang mengundang decak kagum para wisatawan lokal maupun internasional dan banyak juga digemari oleh para wisatawan untuk menghilangkan segala kesibukan juga kepenatan hiruk pikuk suasana ramenya kota. Landscape Dieng yang begitu memukau mampu memikat wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ada banyak keajaiban alam yang masih banyak terpendam di Dataran Tinggi Dieng. Keindahan alam yang begitu indah terselubung di antara perbukitan yang melingkar sepanjang Dieng. Bekas letusan gunung berapi mampu membentuk landscape Dieng yang tak seorangpun mengelakan keindahannya. Telaga sumurup kering terbentuk dari letusan kawah Dieng membentuk hamparan yang luas dan menakjubkan di Dieng.


Telaga sumurup fenomenal dengan sebutan Padang Savana Sumurup Dieng. Saat musim kemarau tiba titik dingin dieng adalah di area padang savana. Padang Savana Sumurup yang begitu luas dengan deretan rumput ilalang kecoklatan di sepanjang perjalanan yang begitu rimbun dan dikelilingi hutan lindung lebat membuat area ini seperti di padang afrika.
Membutuhkan waktu lama untuk menempuh Padang Savana Sumurup yang saat ini belom ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Kita membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam menuju padang savana sumurup. Mendaki bukit, menyibakkan padang rumput gajah yang rimbun membuat sensasi tersendiri saat menuju Padang Savana Sumurup yang memanjakan mata nan indah ini. Gugusan pegunungan dieng, gunung sindoro, gunung sumbing, gunung merbabu dan gunung merapi terlihat indah di kanan kiri perbukitan.
Tidak hanya deretan gunung yang menemani perjalanan kita. Telaga indah nan cantik pun terlihat saat perjalanan menuju Padang Savana Sumurup yaitu telaga Merdada. Area pertanian penduduk sekitar juga terhampar luas dengan asap asap alam geotermal dieng.
Seperti lembah surga yang tertinggal didunia saat meihat keindahan Padang Savana Sumurup Dieng. Kombinasi warna yang begitu serasi, indah, enak di pandang mata terhampar begitu saja. Ketenangan, kesenangan dalam hati akan kita dapatkan saat berada di Padang Savana Sumurup. Alam yang masih perawan dan masih jarang terjamah orang terasa tampak keasliannnya.

0 comments:

Post a Comment

Hubungi Kami

Kelik Alamsyah 085 226 645 669 Aman Santoso 081 227 114 655 Edwin Adi Kurniawan 085 602 045 549
Powered by Blogger.

Popular Posts