Tuesday, 29 September 2015

Menikmati Indahnya Pesona Pemandangan Alam di Tempat Bersemayamnya Para Dewata

Dieng berasal dari 2 kosakata Sansekerta, yakni “Di” dan “Hyang”. “Di” artinya tempat yang tinggi sedangkan “Hyang” mempunyai makna tempat para dewa dewi. Sehingga secara umum diartikan sebagai suatu tempat bersemayamnya para dewa dewi. Selain itu ada pula yang mengartikannya dari bahasa Jawa, yakni adi (indah) dan aeng (aneh). Masyarakat sekitar kadang mengartikan sebagai tempat nan indah yang diselimuti suasana spiritual yang kental.



Dataran Tinggi Dieng laksana negeri tinggi di atas awan. Dengan ketinggian yang mencapai 2000 meter, udara disini terasa segar dan bening serta menyejukkan serta diselimuti kabut yang tebal. Karena keindahan dieng yang menakjubkan inilah sehingga Dieng dianggap sebagai lokasi yang sakral dan tempat para dewa dewi tinggal.
Dataran Tinggi Dieng mempunyai banyak candi kecil masa lalu yang indah yang bertebaran di daerah dataran tinggi gunung api. Disini kita bisa menikmati keindahan candi-candi bergaya Hindu yang mempunyai arsitektur unik. Candi candi ini dinamakan seperti tokoh-tokoh pada cerita Mahabarata. Kuat dugaan bahwa dulunya candi disini dipergunakan oleh para pendeta Hindu yang menyebarkan ajarannya.



Disamping itu lokasi wisata ini juga mempunyai Dieng Plateu Theater sebagai penyedia info-info peristiwa alam di seputar Dieng. Theater ini memiliki daya tampung 100 orang. Disini juga terdapat taman asri yang nyaman untuk bersantai sambil menikmati indahnya alam dari deretan pegunungan didekitarnya.



Daya tarik lainnya adalah menikmati indahnya matahari saat terbit dan terbenam. Sunrise dan sunset dengan cahaya keemasan sungguh merupakan fenomena alam yang unik dan menakjubkan apalagi jika kita menikmatinya dari atas candi disini.



Keindahan panorama alam Dieng memukau banyak turis yang datang serta memberi kesan membekas. Danau danau berwarna kuning dan hijau dengan air yang sangat jernih sehingga kita pun bagaikan bercermin di atas air. Danau cermin ini adalah fenomena dari indahnya kawasan dieng. Kita juga bisa melihat lumpur bergelembung yang mendidih. Serta kabut tebal yang menutupi Kawasan Dieng. Dan ketika kita berada ke atas Dataran Tinggi Dieng seolah-olah kita berada di puncak dunia. Kita akan merasakan pengalaman tersendiri disini.



Mengamati fenomena anak gimbal yang tinggal di dataran tinggi Dieng juga merupakan pengalaman yang seru. Anak gimbal atau warga setempat menyebutnya sebagai anak gembel. Mereka dianggap sebagai anugerah dari para dewata. Yang menjadi fenomena unik adalah bila rambut anak gimbal dipotong secara sembarangan akan menyebabkan sang anak menjadi sakit-sakitan. Dan fenomena aneh lainnya adalah rambut gimbal pada anak-anak gimbal ini tidak tumbuh secara alami ketika mereka lahir, melainkan tumbuh ketika mereka berusia 1 atau 2 tahun.

Akomodasi dataran Tinggi Dieng


Banyak juga para turis yang tinggal di Wonosobo dan berjalan-jalan seharian di Dieng. Bila kita berniat tinggal di desa sekitar Dieng, disini tersedia banyak losmen kecil dan hotel. Selain itu kita bisa juga menyewa rumah warga sekitar dengan harga yang relatif terjangkau.

Transportasi ke Dataran Tinggi Dieng

Cara yang paling gampang agar bisa sampai ke Dataran Tinggi Dieng adalah dengan mobil. Siapa saja bisa mengunjungi Dieng bahkan dengan kendaraan umum. Untuk transportasi umum kita bisa memanfaatkan bus dari Jogja ke Magelang dan ke Wonosobo. Setelah berada di Wonosobo, gunakan minibus menuju Desa Dieng. Dataran Tinggi Dieng bisa ditemph dengan jalan kaki dari desa Dieng. Bila kita menggunakan mobil pribadi, kita bisa parkir di lokasi sekitarnya.
Udara yang sejuk dengan temperatur berkisar 15 derajat celcius maka sebaiknya membawa sweater ataupun baju penghangat. Ada baiknya juga meninggalkan lokasi sebelum malam tiba dikarenakan Dieng mulai tertutup kabut sejak sore.

0 comments:

Post a Comment

Hubungi Kami

Kelik Alamsyah 085 226 645 669 Aman Santoso 081 227 114 655 Edwin Adi Kurniawan 085 602 045 549
Powered by Blogger.

Popular Posts