Wednesday, 30 September 2015

Embun Salju di Pegunungan Dieng

Pada Kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Embun Salju di Pegunungan Dieng, fenoma yang unik dan juga jarang ditemui oleh para wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.
Memasuki puncak kemarau di Dataran Tinggi Dieng, yang diperkirakan jatuh pada pertengahan hingga akhir bulan Agustus, di Dataran Tinggi Dieng akan terjadi fenomena alam yang unik yakni frost atau masyarakat Dieng biasa menyebutnya embun salju atau bun upas.
Disebut embun salju karena embun tersebut membeku layaknya salju yang menempel di pucuk-pucuk daun dan rerumputan yang ada di Dataran Tinggi Dieng, putih membentang terhampar di sepanjang lahan pertanian dan padang ilalang. Pemandangan langka itu biasa terjadi antara bulan Agustus sampai bulan September dan menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama bagi mereka yang belum pernah melihat salju.
Hamparan tanaman kentang dan padang ilalang di Dieng akan berubah menjadi hamparan embun putih yang beku. "Bagi tanaman kentang, embun ini memiliki dampak buruk," kata Ony Wiyono, petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo.
Pasalnya, tanaman itu tak tahan terhadap embun tersebut lantaran bisa layu, membusuk dan mati. Makanya embun ini disebut juga bun upas atau dalam bahasa Jawa berarti racun. Terlepas dari itu, pesona Dieng pada puncak kemarau musim ini cukup mengagumkan.
Para penggemar fotografi bisa mengabadikan segala sisi kawasan Dieng yang memutih dan dingin. Frost atau embun salju ini bisa dilihat dibeberapa titik yakni kawasan Candi Arjuna, lapangan Dieng dan sekitar terminal Telaga Warna. "Sudah empat hari embun upas turun di kompleks candi," kata Sekretaris Kelompok Tani Kentang Perkasa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Kabul Suwoto.
Embun Salju di Pegunungan Dieng diperkirakan masih akan turun mengingat kondisi cuaca masih sangat dingin. Masyarakat Dieng sudah sangat akrab dengan kejadian unik ini. Tanda-tandanya, pada siang hari suhu udara akan mencapai  22-24 derajat celsius, sementara pada malam hari suhu bisa mencapai minus lima derajat celsius.



Saat pergi jalan-jalan ke Dataran Tinggi Dieng selain melihat pemandangan pegunungan yang memanjakan mata pastinya ingin sekali melihat fenomena-fenomena alam yang muncul Di Dieng. Pernahkan Anda merasakan udara yang teramat dingin dengan suhu di bawah nol derajad di Wilayah Indonesia. Mungkin akan terdengar tidak masuk akal jika salah satu daerah di belahan Bumi Indonesia ini memiliki suhu udara minus atau di bawah nol derajad celcius kecuali jika kita mengunjungi puncak Jaya Wijaya di Irian Jaya yang tidak semua orang bisa megjangkau daerah gunung tersebut.
Hanya dengan mengunjungi Dataran Tinggi Dieng yaitu daerah pegunungan yang berada di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo Anda bisa mencicipi udara dibawah nol derajad dan bisa di katakan suhu udara minus. Jangan kaget fenomena alam seperti ini benar adanya. Ajaklah keluarga serta rekan Anda untuk mengunjungi Dieng saat musim kemarau tiba yaitu perkiraan akan jatuh di Bulan Agustus dan September.


Dibalik suhu udara yang teramat dingin di Dieng, disinilah Anda dapat menemukan sebuah keajaiban-keajaiban alam yang tercipta di negeri Dewata ini yaitu Embun Salju di Pegunungan Dieng. Percaya tidak percaya Dataran Tinggi Dieng akan bersalju saat musim kemarau tiba. Karena suhu udara minus hal ini yang menyebabkan embun-embun pagi akan membeku yaitu dengan membentuk kristal-kristal es. Kristal-kristal es tampak tebal menyelimuti area Dieng Plateau.
Di saat inilah para wisatawan pergi berbondong-bondong menuju Dataran Tinggi Dieng, tidak hanya menyaksikan keindahan sunrise sikunir saja akan tetapi merekan akan menyempatkan diri untuk menonton fenomena langka salju Dieng. Apalagi para fotografer, mereka sangat suka dengan mengabadikan hamparan kristal-kristal es Dieng.

0 comments:

Post a Comment

Hubungi Kami

Kelik Alamsyah 085 226 645 669 Aman Santoso 081 227 114 655 Edwin Adi Kurniawan 085 602 045 549
Powered by Blogger.

Popular Posts