Tuesday, 29 September 2015

Candi Bima Mahakarya Dinasti Sanjaya Candi Termegah dan Terbesar di Dataran Tinggi Dieng

Dieng tidak hanya identik dengan wisata alam saja, seperti pegunungan-pegunungan yang indah, kawah-kawah maupun telaga-telaga Dieng yang terhampar luas. Di Dieng inilah Anda juga dapat menikmati sajian wisata sejarah berupa bangunan candi.
Napak tilas sejarah tentang candi memang hal yang sangat menyenangkan ketika berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng apalagi mengunjungi candi Bima sebagai candi termegah dan terbesar di Dieng. Disinilah kita akan mengagumi kecanggihan nenek moyang orang Dieng.
Secara umum bangunan candi Bima berarsitek seperti candi candi di India, namun tidak seutuhnya sama. Sementara itu relief candi Bima masih terlihat utuh dan menampilkan cerita perwayangan.
Candi bima terletak di persimpangan jalan menuju kawah sikidang dan komplek candi Arjuna. Secara administratif masuk ke Dieng Kulon Kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara.

Candi Bima terletak menyendiri di atas bukit. Candi ini merupakan bangunan terbesar di antara kumpulan Candi Dieng. Bentuknya berbeda dari candi-candi di Jawa tengah pada umumnya. Kaki candi mempunyai denah dasar bujur sangkar, namun karena di setiap sisi terdapat penampil yang agak menonjol keluar, maka seolah-olah denah dasar Candi Bima berbentuk segi delapan.
Penampil di bagian depan menjorok sekitar 1,5 m, berfungsi sebagai bilik penampil menuju ruang utama dalam tubuh candi. Penampil di ketiga sisi lainnya membentuk relung tempat meletakkan arca. Saat ini semuanya dalam keadaan kosong. Tak satupun arca yang masih tersisa.
Bentuk atap candi terdiri atas 5 tingkat, masing-masing tingkat mengikuti lekuk bentuk tubuhnya, makin ke atas makin mengecil. Setiap tingkat dihiasi dengan pelipit padma ganda dan relung kudu. Kudu ialah arca setengah badan yang nampak seolah-olah sedang menjenguk ke luar. Hiasan semacam ini terdapat juga di Candi Kalasan. Puncak atap sudah hancur sehingga tidak diketahui bentuk aslinya.

0 comments:

Post a Comment

Hubungi Kami

Kelik Alamsyah 085 226 645 669 Aman Santoso 081 227 114 655 Edwin Adi Kurniawan 085 602 045 549
Powered by Blogger.

Popular Posts